Selasa, 01 Oktober 2019

Bab 5 pemasaran

Mengembangkan strategi pemasaran yang efektif

     Untuk dapat menjual barang/jasa kepada konsumen diperlukan suatu kegiatan pemasaran agar konsumen mengetahui produk/jasa yang kita jual berikut keunggulannya. Agar dapat menjual barang/jasa dengan baik, diperlukan suatu strategi pemasaran yang efektif. Hal ini bertujuan agar pemasaran yang kita lakukan benar-benar dapat menginformasikan produk 
yang kita jual dan dipahami dengan jelas oleh target konsumen kita. Namun, sebelum kita masuk lebih dalam, mari kita ulas sedikit mengenai makna dari strategi pemasaran.

Strategi: Cara-cara yang dilakukan dengan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai apa 
yang diinginkan (tujuan).

Pemasaran: kegiatan-kegiatan yang terdiri dari menentukan harga jual, menetapkan 
pangsa atau segmen konsumen, memilih jalur penjualan, mempromosikan produk ditujukan 
terhadap segmen konsumen yang dipilih. 

Strategi pemasaran: cara-cara yang dilakukan dengan kemampuan yang dimiliki untuk 
menentukan harga jual, menetapkan pangsa atau segmen konsumen, memilih jalur 
penjualan, mempromosikan produk ditujukan terhadap segmen konsumen yang dipilih.

Manfaat strategi pemasaran:

1.Merencanakan produk dan membuat produk yang benar-benar dibutuhkan 

oleh konsumen.

2. Menentukan harga jual yang tepat.

3. Mempromosikan produk dengan cara dan saluran media yang tepat. 

Strategi pemasaran yang lazim digunakan adalah bauran pemasaran 4P (Marketing Mix). 
Bauran pemasaran adalah kombinasi dari 4 kegiatan (4P) yang merupakan inti dari sistem pemasaran.

Product (produk) adalah sesuatu yang ditawarkan ke calon konsumen, baik berupa barang maupun jasa. Hal-hal yang termasuk product meliputi: variasi, kualitas, desain, merek, dan kemasan.

Price (harga) adalah sejumlah uang yang harus dikeluarkan oleh calon konsumen 
umemiliki / menikmati barang atau jasa yang diinginkan. Hal-hal yang termasuk price meliputi: daftar harga dan diskon potongan harga.

Place (tempat penjualan / jalur distribusi) adalah merupakan lokasi atau tempat dimana calon konsumen bisa dengan mudah menjangkau atau mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan. Hal-hal yang termasuk place meliputi: lokasi penjualan, wilayah penjualan, dan alat transportasi.

Promotion (promosi) adalah kegiatan-kegiatan atau cara yang dilakukan oleh pengusaha untuk mengenalkan barang atau jasa yang dijual dan menarik minat calon konsumen untuk membeli, termasuk media yang digunakan untuk promosi. Hal-hal yang termasuk promotion meliputi: brosur, poster, iklan di koran, majalah, radio, media online (facebook dan Instagram), spanduk, dan lain-lain.

Sebelum menerapkan 4P di atas, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu:


Solusi Pelanggan (Customer Solution). Barang atau jasa yang dijual harusnya dapat membantu dan mampu menyelesaikan masalah konsumen.

Biaya Pelanggan (Customer Cost). Barang atau jasa yang akan dibayarkan oleh konsumen untuk membeli produk tersebut harus sesuai atau setara dengan kebutuhan atau keinginannya.

Kenyamanan (Convenience). Barang atau jasa tersebut mampu menyenangkan konsumen karena mudah diperoleh di mana-mana.

Komunikasi (Communication). Pengusaha dan konsumen dapat melakukan komunikasi baik sebelum membeli, saat membeli, maupun sesudah pembelian barang atau jasa.

Anggaran pemasaran

        Setelah menentukan strategi pemasaran, sekarang saatnya menentukan anggaran pemasaran. Hal terpenting yang harus diingat oleh pengusaha adalah membuat anggaran pemasaran yang sesuai dengan barang atau jasa yang akan dijual dan calon konsumen yang dipilih. Anggaran pemasaran hanya mencakup biaya yang timbul dari aktivitas pemasaran saja. Tidak termasuk aktivitas usaha yang lain, seperti produksi.

Bab 4 produksi dan proyeksi keuangan

Produksi dan proyeksi keuangan 

        Produksi adalah suatu kegiatan untuk membuat barang/jasa yang bertujuan untuk memenuhi 
kebutuhan orang lain. Dikatakan produksi saat mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi atau mengolah bahan setengah jadi menjadi bahan jadi. Misalnya, seorang penjahit mengolah kain menjadi pakaian yang siap dipakai, atau pabrik roti mengolah beberapa bahan baku untuk menjadi roti yang siap dimakan. Proses produksi merupakan salah satu tahapan penting dalam sebuah usaha yang harus direncanakan dan dipikirkan dengan matang karena berkaitan dengan biaya yang dikeluarkan dan kualitas barang / jasa yang dihasilkan. Sebelum melakukan produksi, pastikan biaya produksi harus dihitung dengan benar agar pengusaha tidak mengalami kerugian.

    Sumberdaya utama, modal awal dan alur produksi
        Dalam memproduksi suatu barang atau jasa, mengetahui sumber daya utama dan alur proses produksi merupakan hal yang penting. Dalam memulai sebuah usaha, sumber daya utama dibagi menjadi dua, yaitu peralatan-peralatan yang digunakan untuk mendukung terciptanya suatu produk dan bahan-bahan yang akan digunakan dalam proses produksi. 
Berikut ini akan dibahas satu per satu peralatan, bahan baku, dan alur proses produksi :

1. Peralatan yang digunakan
      Dalam membuat suatu produksi itu membutuhkan alat, nah disini alat yang di gunakan harus di masukkan dalam biaya.

Selain mengeluarkan biaya untuk pengadaan peralatan, terdapat juga beberapa biaya - 
biaya yang harus dikeluarkan pada awal suatu usaha agar dapat memulai usaha dengan 
lancar :
Sehingga, total modal awal yang dibutuhkan saat memulai usaha, yaitu:
Biaya untuk membeli peralatan (a) = 650.000
Biaya lainnya (b) = 720.000
Total (a) + (b) = Rp. 1.370.000
Biaya promosi awal
Biaya sewa tempat (jika dibayar dimuka dalam jangka waktu tertentu, maka biaya sewa 
tempat dimasukkan ke dalam rincian biaya di atas, tetapi jika dibayar tiap bulan, biaya 
sewa tempat masuk ke biaya operasional bulanan)
Biaya resiko. Jumlah uang yang disediakan sebagai uang jaga-jaga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti produk basi, tidak terjual, tepung tumpah, telur pecah, dll.

Uang untuk membeli membeli bahan baku awal produksi

       Memahami alurnya 

         Untuk memastikan barang atau jasa yang diproduksi memiliki kualitas yang baik, pengusaha harus memahami setiap tahap dalam produksi yang dilakukan. Isilah kotak di bawah ini untuk memastikan bahwa kita mengetahui langkah-langkah dalam membuat produk, mulai dari saat menyiapkan bahan baku hingga barang siap untuk dijual.

    Biaya produksi
 
      Merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk yang akan dijual. Biaya produksi merupakan biaya tidak tetap, karena besar kecilnya biaya tergantung dari sedikit/banyaknya jumlah produk yang akan dibuat. Jika yang dibuat banyak maka biayanya akan besar, tetapi jika yang dibuat hanya sedikit maka biayanya juga hanya sedikit. Dalam menghitung biaya produksi, ada 3 hal yang harus diperhitungkan, yaitu:


a. Biaya Bahan Baku Langsung (BBBL) yaitu bahan 
baku utama yang diguanakan dalam prosuksi yang 
tidak bisa digantikan dengan bahan lain. Misalnya, 
untuk membuat pisang goreng, yang termasuk BBBL 
adalah pisang, tepung, telur, air, dan lainnya.

b. Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL) yaitu biaya 
untuk membayar orang yang melakukan proses 
pembuatan produk.

c. Biaya Pendukung yaitu semua biaya yang 
mendukung dalam proses produksi namun diluar 
biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga 
kerja langsung. Biaya yang termasuk disini sebagai 
pelengkap atau atau pendukung saja. Biasanya yang 
termasuk biaya pendukung seperti biaya kemasan, 
dan sebagainya.

Menetapkan harga jual
   Dalam sebuah perusahaan yang memproduksi suatu barang maka perusahaan itu harus menetapkan harga jual. Harga jual yang di tetapkan harus sesuai dengan target konsumen.